Tuesday, December 26, 2017

[Review Film] Susah Sinyal


Judul : Susah Sinyal

Penulis Skenario : Ernest Prakasa, Meira Anastasia

Sutradara : Ernest Prakasa

Pemain : Adinia Wirasti
                Ernest Prakasa
               Aurora Ribero
                 Meira Anastasia
                   Sky Tierra Solana
         Arie Kriting
              Ge Pamungkas
               Dodit Mulyanto
                Gisella Anastasia
              Gading Marten
    Aci Resti
Genre : Komedi

SINOPSIS
Ellen (Adinia Wirasti), pengacara sukses, adalah seorang single mom yang jarang bisa meluangkan waktu bagi anak tunggalnya, Kiara (Aurora Ribero), yang tumbuh sebagai remaja pemberontak. , yang lebih banyak melampiaskan emosinya di media sosial.

Mereka tinggal bersama Agatha (Niniek L Karim), yaitu ibunda Ellen yang sangat menyayangi Kiara. Akan tetapi, Kiara yang sejak kecil sangat dekat dengan Omanya itu terguncang hebat, saat Agatha meninggal dunia karena terkena serangan jantung. Arahan dari psikolog, Ellen disarankan untuk mengajak anaknya Kiara berlibur, menghabiskan quality time untuk dapat mengobati masa-masa di saat Ellen terlalu sibuk bekerja.

Mereka berdua kemudian pergi ke Sumba, untuk menghabiskan saat-saat menyenangkan berdua. Dan Kiara pun pulang dengan hati riang. Namun di Jakarta, Ellen langsung dihadapkan oleh masalah besar di kantornya. Proyek besar yang tengah ia tangani bersama dengan Iwan (Ernest Prakasa) terancam berantakan. Dan akhirnya karena sibuk, Ellen tak dapat menepati janjinya pada Kiara, untuk menonton dirinya tampil dalam sebuah perlombaan talent show antar SMA, yang mana sudah Kiara persiapkan sejak lama.Kiara pun akhirnya sangat marah dan Ia memutuskan untuk pergi ke Sumba sendirian, tempat dimana  dirinya bisa merasakan secercah kebahagiaan, terakhir kalinya

- - - - - - - -

Ini adalah film ketiga yang ditulis dan disutradarai sendiri oleh Ernest Prakasa. Setelah tahun kemarin sukses dengan Cek Toko Sebelah, dan tahun sebelumnya lagi Ngenest. Menurutku ini film yang keceeeee abis! Beneran asik banget. Meskipun kali ini unsur Chinese yang diangkat sedikit. Hanya pada bagian Iwan yang mau menikah, tapi yang ribut malah mamanya.

Kayak film-film sebelumnya, Ko Ernest sukses bikin nangis bombai. Keinget sama mama. Padahal hubunganku sama mama baik-baik aja. Yah, seperti yang kita tau, kebanyakan wanita karier, jarang ngurusin anaknya. Seperti itulah Ellen. Sampai mamanya nggak adalah, baru dia mulai membuka diri pada anaknya. Yang seharusnya dilakukan sejak dulu.

Nggak berhenti sampai di situ, perjalanan ke Sumba, membuat Ellen banyak berharap, hubungannya dengan Kiara kembali membaik. Ya emang bener, meskipun di awal mereka sempet kesel satu sama lain. Yang jelas, endingnya lah yang bikin kita sadar, kalo sebesar apapun kesalahan kita di masa lalu, ya jangan sampe bikin buruk hubungan kita di masa depan. Apalagi sama anak. Sesuai dengan prinsip yang aku pegang, dan juga beberapa celotehanku di blog lamaku, kalau uang itu nggak akan bisa ngegantiin waktu. Waktu yang udah kebuang sia-sia. Kita emang bahagia, tapi apa kabar orang tua kita? Orang di sekeliling kita?

Bisa banget ini, dibuat pelajaran, nggak cuma mahmud yang kurang deket sama anaknya, tapi juga calon mama-mama lainnya. Hihihi...

Di satu sisi, komedinya dapet banget. Meskipun banyak sedihnya, karena adegan Ellen dan Kiara! Hihihi.. Tapi good job Ko! Aku udah nungguin film ini, sejak hari pertama dimulai syuting. Bahkan sejak aku tau kalo filmnya Kokoh bakalan muncul lagi. Entah kenapa, aku selalu nungguin. Karena aku yakin, nggak akan mengecewakan. Semoga film baru bakalan muncul akhir tahun depan ya Ko! Hahaha..

Satu lagi nih yang aku sayangin, nggak bisa ikut premiernya waktu di Surabaya. Ah sedih abis :(

No comments:

Post a Comment

[Saying] Pengennya Sih Nikah Muda...

Hula guys! It's been a months aku nggak update di sini lagi. Huhu.. Padahal ide tuh ada, tapi ya dasar akunya aja yang mal...